Thursday, June 25, 2020

Aku Menunggumu

Dalam putaran waktu yang begitu cepat ini, saya ucapkan terima kasih padamu, telah mengizinkan saya untuk mengetuk pintu rumahmu. Selanjutnya saya Ingin sekali berlabuh lalu menenggelamkan hati dan fikiran pada samudra yang biru.

Beberapa waktu ini saya membalik-balik mimpi dengan sederhana dan menyaksikan malam redam sendiri di dalam kamar. Setiap saya menoleh ke jendela kamu selalu menjelma diantara nafas dan kegelapan.

Pada malam saya sering bercerita, tentang suaramu yang kadang serak. Tentang nama nama yang kamu tulis di beranda.

Meski kau masih sibuk dengan mirid dan buku bacaan, saya akan tetap menunggumu di terminal. Di mana semua orang akan datang dan pergi dengan tas ransel-nya.

By: w-fi
Puisi untuk tunanganku

2 comments:

Menghadapi kenyataan tanpa masa depan

Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...