Tuesday, June 30, 2020

Malam dan Realitas

Langit membentang hening di atasku//bulan purnama istirahat di atas rumahku//perlahan angin masuk membawa terbang anganku//aku bertanya?//kapan burung kebijaksanaan itu menghampiri  dan mengajakku berenang di lautan cahaya.

Perlahan namun pasti bulan purnama meninggalkan atap rumahku//akupun sadar jika akhir-akhir ini pengetahuanku membentur realitas//rasanya begitu sakit//aku merasa terpental dari sungai yang tercemar//sementara kenyataan berkata//yang tercemar itu merupakan perebutan  para burung gagak berkuasa.

Jam menuju angka dua belas//dalam hitungan detik bumi akan mengalami rotasi//namun alam fikiranku masih bersatu dengan langit yang membentang//tiba-tiba suara itu datang lalu berkata "apa guna memiliki segudang ilmu pengetahuan jika tidak mampu menjadi samudra yang menampung semua sungai yang tercemar tanpa ternodai."//aku benar-benar ketakutan//aku memilih mendengkur pada malam meski fikiranku kacau.

By: w-fi

1 comment:

Menghadapi kenyataan tanpa masa depan

Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...