Kini kita sedang hantui dengan rasa
takut yang tak kunjung padam. Kita selalu berfikir panjang lebar saat harus
merombak tirani kebohongan yang sudah ada di negeri ini. Sering kali kita harus
tunduk dan diam saat melihat feodalisme mengakar di ibu pertiwi. Dan ketika
rasa takut ini selalu ada pada diri kita, maka cepat atau lambat kita akan
dijajah oleh sistem yang hanya pro dengan kaum feodalisme. Jika rasa takut itu
tetap hidup di dalam diri kita, maka dengan mudah para feodalisme itu
mendirikan istana kepalsuan serta gedung-gedung yang penuh dengan kebongan
di negeri ini.
Kita semua harus bisa membunuh rasa takut yang
ada di dalam dirinya masing-masing. Karena yang harus kita takuti Cuma Tuhan
yang Maha Esa. Jangan biarkan rasa takut terhadap kaum penguasa tersebut akan
menghidupkan tuhan-tuhan kecil dalam diri sendiri. Kita harus berani menghadapi
para penguasa yang sudah bertindan sewenang-wenang di ibu pertiwi Karena apapun
yang kita lakukan akan mempunyai dampak. Jika kita masih takut terhadap tirani
kebohongan maka bentar atau lambat kita akan hidup pada kesensaraan.
1.
Jujur
“Berkatalah jujur walau itu akan
mengantarkan kita pada jurang kesensaraan”. Sudah banyak
manusia yang berbohong bahkan pada dirinya sendiri mereka berani berbohong
sedangkan hati nurani tidak sesuai dengan kebohongan yang dikatakan. Sering
kali kita berkata bohong hanya karena ingin menutupi kesalahan yang kita
lakukan bahkan bohong karena rasa takut terhadap keadaan yang
kesewenang-wenangan.
Kita harus
berani jujur dan melepas rasa takut sehingga selalu berada pada suatu keadaan
yang saling keterbukaan
dalam menghadapi suatu permasalahan.
Menjadi sosok yang jujur harus kita mulai dari diri sendiri. Jujur Terkadang
sering kali berbenturan dengan suatu kesensaraan. Tapi, kita tidak usah takut
karena di mana saja baik dan buruk pasti akan ada, dan yang kolonial tetap iblis tidak
ada yang namanya kolonial mangindahkan bangsa jajahanya. Bahkan harus percaya
bahwasanya tuhan akan berada pada orang-orang yang benaran. Jujurlah
pada diri sendiri kalau hidup di bawah tirani kebohongan sangat mengerikan.
2.
Berani
“Lebih baik kita di asingkan dari pada
harus tunduk pada tirani kemunafikan.” Orang pintar
kini sudah banyak di negeri ini, tapi orang berani sangat sedikit yang ada
Indonesia. Sudah berapa banyak S1 bahkan S3 yang ada di Indonesia dan kita
lihat sesuai tidak dengan keadaan Indonesia yang sekarang? Pasti ini tidak
sesuai dengan karena realita sekarang contoh makin banyak orang terjerat kasus
korupsi bahkan yang menjadi pelaku adalah pemuda-pemuda yang baru saja berada
pada tampuk kekuasaaan. Berapa banyak investor asing yang keluar masuk dalam
negeri ini tapi para penguasa yang merasa pintar hanya tunduk dan tidak bisa
berbuat apa-apa. Tai kucing dengan teori yang mereka gembor-gemborkan pada saat
mereka berada di bangku kuliah. Kalau masih saja tunduk pada kaum feodalisme serta takut pada tirani kemunafikan.
Apa yang
dikatakan Soe Hok Gie seharusnya tertanam pada prinsip kita, yakni lebih baik
di asingkan dari pada harus tunduk pada kemunafikan. Dan kita harus berani
walau itu sangat menyakitkan pada diri sendiri. Jangan harap kalau kita tidak berani akan memiliki
dunia. Karena seperempat di dunia hanya milik orang-orang berani. Jika kalian ingin memiliki dunia jadilah
orang yang berani dan jangan pernah takut pada sistem yang menyengsarakan kita.
Semoga mahasiswa sekarang sudah menjadi orang yang jujur dan berani, karena
harapan bangsa ini ada di para pemuda sekarang. Dan apa yang saya katakan di
atas hanya sebatas kekesalan saya saat melihat tatanan di ibu pertiwi. Dan mahasiswa semoga tidak hanya
sebatas bicara dalam tataran teori
No comments:
Post a Comment