Monday, June 2, 2014

Dampak adanya suatu pariwisata yang ada di Madura

“As tourism grows and travelers increases, so does the potential for both positive and negative impacts” – Chuck Y. Gee
            Pariwisata selain menyuguhkan estetika yang punya daya tawar yang begitu tinggi,  juga menjadi suatu perdagangan di kancah dunia agar bisa memperkenalkan suatu negaranya. Dimana adanya suatu tempat yang dijadikan objek pariwisata, maka tidak akan terlepas dari adanya suatu dampak. Baik dampak positif maupun dampak negatif. Ini yang akan jadi pokok perbincangan dalam mengelola suatu parisatawata tersebut. Pariwisata akan memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar. Gee dalam bukunya yang berjudul The Travel Industry mengatakan bahwa pengembangan pariwisata dan meningkatnya kunjungan wisatawan memberikan dampak atau pengaruh yang positif maupun negatif.
Dampak positif pariwisata terhadap kebudayaan, maka menunjukkan suatu keselarasan yang mengatakan “ pariwisata untuk kebudayaan.”  Artinya adanya suatu pariwisata akan menghasilkan suatu dampak yang begitu signifikan terhadap kemajuan suatu budaya, serta memperkokoh budaya yang ada di Indonesia .
Disamping itu, pariwisata akan memberikan suatu kontribusi yang begitu besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini seperti diucapkan pengelola Pariwisata Api Tak Kunjung Padam (sebagian orang menyebutnya Api Alam dan Api Abadi), yang menyatakan karena adanya pariwisata masyarakat bisa mencari nafkah. “Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari wisata Api Alam ini tanpa dipungut biaya dari pemilik lahan,” ungkap H. Ali orang kepercayaan H.Sya’ad (orang yang mengelola objek wisata sekaligus mantan kepala desanya).
Secara tidak langsung dengan adanya suatu pariwisata akan memberikankan suatu lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pariwisata yang sudah terkenal, maka harga jual tanah yang ada disekitar akan menjadi mahal. Bahkan apabila orang yang punya lahan tidak mau menjual mereka bisa membagi hasil dengan orang yang membutuhkan (si Pengelola) bahkan ikut andil dalam mengelola lahan tadi ini yang diungkapkan para   (masyarakat sekitar ).
Selain memberikan dampak yang positif pariwisata juga akan menimbulkan suatu dampak yang negatif. Ini semua akan terjadi ketika masyarakat dan pihak pengelola tidak hati hati dalam mengelola pariwisata.  
Terkadang banyak envestor asing yang ingin mengelola dan mengambil keuntungan yang lebih besar. Selain itu masyarakat Cuma akan di jadikan pekerja dengan gaji yang tidak seberapa. Selain investor asing memperkerjakan masyarakat sekitar, envestor asing terkadang akan sering menyalahgunakan wewenang. Dengan mendatangkan produk luar negeri dan menhilangkan apa yang menjadi motif budaya kita. Baik dari segi pakaian, cara kita beradap dengan sesama, bahkan dalam tatanan bahasapun dibawa ke indonesia. Yakni lewat pariwisata yang dikelolanya.
setiap pengelola obyek wisata selalu menginginkan tempat wisata untuk menyedot wisatawan baik domestik maupun internasional, tetapi ada hal-hal yang harus diperhitungkan karena apabila suatu obyek wisata terlalu padat, maka bisa menyebabkan hilangnya kenyamanan bagi penduduk setempat dan membuat masyarakat setempat menjadi tidak nyaman dan pada akhirnya akan terbentuk garis batas antara penduduk lokal setempat dengan wisatawan yang terlalu banyak.
Menyrut juru kunci gunung geger yang harus diperhatikan adalah anak muda sekarang, karena sering menyalahgunakan tempat pariwisata, dengan menjadika wisata tadi tempat berpacaran, tempat dimana anak anak bolos sekolah. Dan yang lebih parah lagi menjadikan pariwisata tempat mesum hanya untuk memenuhi hawa nafsu mereka.
Karena kita membicarakan dampak pariwisata yang ada di madura, dan agar pembicaraan kita ini tidak terlalu jauh dengan apa yang menjadi tema, maka kita langsung saja mulai membicarakan dampak wisata yang ada dimadura. Dan kita awali dengan dampak  adanya wisata religi. Madura yang dikatakan pulau religi, karena banyak tokoh agama yang mempunyai peninggalan yang unik, bahkan penyebaran agama islam yang begitu pesat mempunyai kelebihan tersendiri, dan masyarakat yang begitu kental dengan keagamaanya.  Kita tahu bahwa wisata religi ini yang menjadi kunjungan pertama ketika orang mau ziarah. Terutama ketika hari besar islam seperti bulan syawal, hari raya, dan ketika punya hajat untuk ziarah, maka tempat wisata religi ini akan menjadi ramai. Contohnya di makam pesarian kholil bangkalan, batu ampar pamekasan, asta tinggi sumenep, dan sayid yusuf Talangoh sumenep. Maka tempat pemakaman ini akan ramai seketika. Yang menjadi pengunjung kebanyakan dari madura, jawa, dan bahkan luar jawapun banyak berdatangan. Maksud dari tujuan para peziarah ini berbeda beda. Ada yang hanya ingin tahu, mencari barokah, dan punya hajatan. Ini menurut pemparan menurut juru kunci asta gumuk brambang Bapak Nono.                     
Dengan benyaknya wisatawan yang datang, maka ini akan memberikan respon yang begitu besar terhadap madura, untuk kebaikan dan keburukan terhadap madura. Ini tergantung kepada masyarakat dan pihak pengelola bagaimana menjaga dan memberi respon terhadap tempat wisata yang menjadi kunjungan tersebut. Dampak positif yang diberikan oleh pariwisata religi ini, yaitu masyarakat bisa menjual makan, minuman, baju, dan banyak lagi lainya. Ini akan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan wisata religi juga memberikan suatu wawasan terhadap masyarakat, dan pengunjung yakni dengan bercerita sejarah. Serta bagaimana berinteraksi sesasama, serta mempererat tali persaudaraan antara masyarakat dengan pengunjung.
Selain respon yang positif maka akan timbul respon yang negatif. Dan ini dikarenakan menyalahgunakan wisata religi tadi. Dengan mencari pesugihan, bahkan masih percaya dengan tapa, yang bisa mendapat keris, bahkan bisa ilmu kekebalan tubuh. Selain itu banyak masyarakat yang berlebihan dalam mencari ekonomi yakni meminta – minta. Dan ini sudah banyak terjadi. Masyarakat beranggapan tanpa bekerja keras dan hanya minta – minta akan memberi rezeki yang banyak, berharap orang yang datang pada wisata tadi marasa iba.
Selaian wisata religi, tidak enak rasanya kalau kita tidak membicarakan adanya wisata alam. Karena kita tau bahwasanya madura juga banyak menyimpan wisata alam yang mempunyai nilai tawar yang menggiurkan. Kita ulas dari kota yang paling timur. “ Sumenep “ dengan pantai lombeng, setelah itu kita beralih pada kota pendidikan yakni “ pamekasan, “ dimana dikota ini banyak wisata alam baik yang terexpose dan juga belum di kelola. Talang siring, api alam (api abadi), dan pantai jumiang. Setelah pamekasan maka kita bergeser sedikit ke arah barat, yakni kota” sampang “. Dimana kota juga ini banyak wisata alamnya. Pantai camplong, air terjun toroan, waduk kelampis. Maka setelah kita dari sampang tidak pas rasanya kalau kita tidak menikmati wisata alam yang ada dikota yang sudah terbangun jembatan penghubung madura dengan ibu kota jawa timur “ bangkalan, ”. di kota paling barat ini juga menyimpan banyak wisata alam yang juga begitu indah. Pesona pesisir dibalik jembatan suramadu,  mercu suar, pantai rongkang.
Semua itu adalah keindahan wisata alam yang ada dimadura, menggiaurkan bukan ! tapi semua itu akan berpengaruh terhadap masyarakat. Dan menimbulkan beberapa dampak,    baik dampak positif dan dan dampak negatif, terhadap pihak pengelola dan masyarakat. Dan itu tidak terlepas dari banyaknya wisatawan yang datang. Serta penaggulangan pemerintah terhadap wisata alam agar menjadi lebih menarik, dan indah serta wisatawan bisa merasa lebih nyaman melihat keindahan pawisata.
             Dampak positif yang akan didatangkan oleh wisata alam ini,tidak jauh berbeda dengan dampak positif wisata religi yakni meningkatkan perekonomian  bagi masyarakat madura. Bagaimana masyarakat madura akan lebih banyak mengambil keuntungan terhadap para wisatawan yang datang. Semisalnya masyarakat bisa bisa mendapatkan suatu lapangan pekerjaan. Disamping meningkatkan perekonemian masyarakat madura pengembangan fisik dari pariwisata adalah meningkatkan peluang bagi masyarakat untuk bisa memperluas pemukiman, prasarana pariwisata, areal lahan pariwisata pembangunan sarana keagamaan, dan serta mendukung melestarikan benda cagar budaya, semua itu terjadi di setiap orang banyak yang membuat lahan di pinggir pariwisata. Contohnya di api alam banyak masyarakat yang membuat lahan di sekitar wisata. Serta membangun prasarana yang dibutuhkan oleh wisatawan.
            Tapi dengan adanya dampak positif tadi, maka muncul beberapa permasalahan sehingga menimbulkan dampak yang tidak terlalu diinginkan baik masyarakat, pengelola, maupun dari pihak masyarakat. Contohnya ketika kita melihat permasalahan yang ada di kota pamekasan yakni api alam (api abadi). Dimana tempat wisata yang satu begitu menyimpan banya permasalahan. Coba kita lihat api alam yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan yang menuju alun – alun kota pamekasan, ini jalannya sangat rusak parah. Dan tidak layak untuk dilewati kendaraan. Dengan jalan yang rusak ini maka wisatawan akhir akhir ini semakin kurang. Selain masalah jalan pemerintah sama si pemilik lahan bersitegang, karena pemerintah mau mengambil alih pengelolaan, dan sayangnya dari pihak pemilik lahan tidak mau menjual atau tidak mau pemerintah yang mengelolanya. Maka dengan bersitegangnya tadi akan menimbulkan suatu dampak yang negatif terhadap objek pariwisatanya. Sepertinya tidak terawat lagi bangunan yang ada di sekitar api alam. Dan yang sangat disayangkan masyarakat tidak mau tahu dengan perkembangan api alam tadi. masyarakat dan hanya mengambil keuntungan dari api alam tadi. Tutur H. Ali orang kepercayan H. Sa’ad sang pemilik lahan.
            Artinya adanya dampak positif dan negatif terhadap pariwisata maka tergantung pada masyarakat, pemerintah, dan pemilik lahan. Semua ini akan memberikan suatu efek yang begitu signifikan terhadap tepat objek wisata. Dan mudah– mudahan masyarakat dan pemerintah bisa mengantisipasi dengan adanya dampak negatif serta bisa menjadikan budaya yang ada dimadura terkanal dikancah nasiaonal bahkan internasional.  

No comments:

Post a Comment

Menghadapi kenyataan tanpa masa depan

Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...