“As tourism grows and travelers increases, so does the potential for
both positive and negative impacts” – Chuck Y. Gee
Pariwisata selain menyuguhkan estetika yang
punya daya tawar yang begitu tinggi,
juga menjadi suatu perdagangan di kancah dunia agar bisa memperkenalkan
suatu negaranya. Dimana adanya suatu tempat yang dijadikan objek pariwisata,
maka tidak akan terlepas dari adanya suatu dampak. Baik dampak positif maupun
dampak negatif. Ini yang akan jadi pokok perbincangan dalam mengelola suatu
parisatawata tersebut. Pariwisata akan memberikan dampak terhadap lingkungan
sekitar. Gee dalam bukunya yang
berjudul The Travel Industry mengatakan bahwa pengembangan pariwisata dan meningkatnya
kunjungan wisatawan memberikan dampak atau pengaruh yang positif maupun negatif.
Dampak
positif pariwisata terhadap kebudayaan,
maka menunjukkan suatu keselarasan yang mengatakan “ pariwisata untuk
kebudayaan.” Artinya adanya suatu
pariwisata akan menghasilkan suatu dampak yang begitu signifikan terhadap kemajuan suatu
budaya, serta memperkokoh budaya yang ada di Indonesia .
Disamping
itu, pariwisata akan
memberikan suatu kontribusi yang begitu besar terhadap perekonomian masyarakat
sekitar. Hal ini seperti diucapkan pengelola Pariwisata Api Tak Kunjung Padam (sebagian orang
menyebutnya Api Alam dan Api Abadi), yang menyatakan karena adanya pariwisata
masyarakat bisa mencari nafkah. “Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari
wisata Api Alam ini tanpa dipungut biaya dari pemilik lahan,” ungkap H. Ali
orang kepercayaan H.Sya’ad
(orang
yang mengelola objek wisata sekaligus
mantan kepala desanya).
Secara
tidak langsung dengan adanya suatu pariwisata akan memberikankan suatu lapangan
pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pariwisata yang sudah terkenal, maka harga jual tanah
yang ada disekitar akan menjadi mahal. Bahkan apabila orang yang punya lahan
tidak mau menjual mereka bisa membagi hasil dengan orang yang membutuhkan (si Pengelola) bahkan ikut
andil dalam mengelola lahan tadi ini yang diungkapkan para (masyarakat
sekitar ).
Selain memberikan dampak yang positif
pariwisata juga akan menimbulkan suatu dampak yang negatif. Ini semua akan
terjadi ketika masyarakat dan pihak pengelola tidak hati hati dalam mengelola
pariwisata.
Terkadang banyak envestor asing yang
ingin mengelola dan mengambil keuntungan yang lebih besar. Selain itu
masyarakat Cuma akan di jadikan pekerja dengan gaji yang tidak seberapa. Selain
investor asing memperkerjakan masyarakat sekitar, envestor asing terkadang akan
sering menyalahgunakan wewenang. Dengan mendatangkan produk luar negeri dan
menhilangkan apa yang menjadi
motif budaya kita. Baik dari segi pakaian, cara kita beradap dengan sesama,
bahkan dalam tatanan bahasapun dibawa ke indonesia. Yakni lewat pariwisata yang
dikelolanya.
setiap pengelola obyek
wisata selalu menginginkan tempat wisata untuk menyedot wisatawan baik domestik
maupun internasional, tetapi ada hal-hal yang harus diperhitungkan karena
apabila suatu obyek wisata terlalu padat, maka bisa menyebabkan hilangnya
kenyamanan bagi penduduk setempat dan membuat masyarakat setempat menjadi tidak
nyaman dan pada akhirnya akan terbentuk garis batas antara penduduk lokal setempat
dengan wisatawan yang terlalu banyak.
Menyrut juru
kunci gunung geger yang harus diperhatikan adalah anak
muda sekarang, karena sering menyalahgunakan tempat pariwisata, dengan
menjadika wisata tadi tempat berpacaran, tempat dimana anak anak bolos sekolah.
Dan yang lebih parah lagi menjadikan pariwisata tempat mesum hanya untuk memenuhi hawa
nafsu mereka.
Karena kita membicarakan dampak
pariwisata yang ada di madura, dan agar pembicaraan kita ini tidak terlalu jauh
dengan apa yang menjadi tema, maka kita langsung saja mulai membicarakan dampak
wisata yang ada dimadura. Dan kita awali dengan dampak adanya wisata religi. Madura yang dikatakan
pulau religi, karena banyak tokoh agama yang mempunyai peninggalan yang unik,
bahkan penyebaran agama islam yang begitu pesat mempunyai kelebihan tersendiri,
dan masyarakat yang begitu kental dengan keagamaanya. Kita tahu bahwa wisata religi ini yang menjadi
kunjungan pertama ketika orang mau ziarah. Terutama ketika hari besar islam
seperti bulan syawal, hari raya, dan ketika punya hajat untuk ziarah, maka
tempat wisata religi ini akan menjadi ramai. Contohnya di makam pesarian kholil
bangkalan, batu ampar pamekasan, asta tinggi sumenep, dan sayid yusuf Talangoh
sumenep. Maka tempat pemakaman ini akan ramai seketika. Yang menjadi pengunjung
kebanyakan dari madura, jawa, dan bahkan luar jawapun banyak berdatangan. Maksud
dari tujuan para peziarah ini berbeda beda. Ada yang hanya ingin tahu, mencari
barokah, dan punya hajatan. Ini menurut pemparan menurut juru kunci asta gumuk brambang
Bapak Nono.
Dengan benyaknya wisatawan yang datang,
maka ini akan memberikan respon yang begitu besar terhadap madura, untuk
kebaikan dan keburukan terhadap madura. Ini tergantung kepada masyarakat dan
pihak pengelola bagaimana menjaga dan memberi respon terhadap tempat wisata
yang menjadi kunjungan tersebut. Dampak positif yang diberikan oleh pariwisata
religi ini, yaitu masyarakat bisa menjual makan, minuman, baju, dan banyak lagi
lainya. Ini akan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Selain membuka
lapangan pekerjaan wisata religi juga memberikan suatu wawasan terhadap
masyarakat, dan pengunjung yakni dengan bercerita sejarah. Serta bagaimana
berinteraksi sesasama, serta mempererat tali persaudaraan antara masyarakat
dengan pengunjung.
Selain respon yang positif maka akan
timbul respon yang negatif. Dan ini dikarenakan menyalahgunakan wisata religi
tadi. Dengan mencari pesugihan, bahkan masih percaya dengan tapa, yang bisa
mendapat keris, bahkan bisa ilmu kekebalan tubuh. Selain itu banyak masyarakat
yang berlebihan dalam mencari ekonomi yakni meminta – minta. Dan ini sudah
banyak terjadi. Masyarakat beranggapan tanpa bekerja keras dan hanya minta –
minta akan memberi rezeki yang banyak, berharap orang yang datang pada wisata
tadi marasa iba.
Selaian wisata religi, tidak enak
rasanya kalau kita tidak membicarakan adanya wisata alam. Karena kita tau
bahwasanya madura juga banyak menyimpan wisata alam yang mempunyai nilai tawar
yang menggiurkan. Kita ulas dari kota yang paling timur. “ Sumenep “ dengan
pantai lombeng, setelah itu kita beralih pada kota pendidikan yakni “
pamekasan, “ dimana dikota ini banyak wisata alam baik yang terexpose dan juga
belum di kelola. Talang siring, api alam (api abadi), dan pantai jumiang.
Setelah pamekasan maka kita bergeser sedikit ke arah barat, yakni kota” sampang
“. Dimana kota juga ini banyak wisata alamnya. Pantai camplong, air terjun
toroan, waduk kelampis. Maka setelah kita dari sampang tidak pas rasanya kalau
kita tidak menikmati wisata alam yang ada dikota yang sudah terbangun jembatan
penghubung madura dengan ibu kota jawa timur “ bangkalan, ”. di kota paling
barat ini juga menyimpan banyak wisata alam yang juga begitu indah. Pesona
pesisir dibalik jembatan suramadu, mercu
suar, pantai rongkang.
Semua itu adalah keindahan wisata alam
yang ada dimadura, menggiaurkan bukan ! tapi semua itu akan berpengaruh
terhadap masyarakat. Dan menimbulkan beberapa dampak, baik dampak positif dan dan dampak negatif,
terhadap pihak pengelola dan masyarakat. Dan itu tidak terlepas dari banyaknya
wisatawan yang datang. Serta penaggulangan pemerintah terhadap wisata alam agar
menjadi lebih menarik, dan indah serta wisatawan bisa merasa lebih nyaman
melihat keindahan pawisata.
Dampak positif yang akan didatangkan oleh
wisata alam ini,tidak jauh
berbeda dengan dampak positif wisata religi yakni meningkatkan
perekonomian bagi masyarakat madura.
Bagaimana masyarakat madura akan lebih banyak mengambil keuntungan terhadap
para wisatawan yang datang. Semisalnya masyarakat bisa bisa mendapatkan suatu
lapangan pekerjaan. Disamping meningkatkan perekonemian masyarakat madura
pengembangan fisik dari pariwisata adalah meningkatkan peluang bagi masyarakat
untuk bisa memperluas pemukiman, prasarana pariwisata, areal lahan pariwisata
pembangunan sarana keagamaan, dan serta mendukung melestarikan benda cagar
budaya, semua itu terjadi di setiap orang banyak yang membuat lahan di pinggir
pariwisata. Contohnya di api alam banyak masyarakat yang membuat lahan di
sekitar wisata. Serta membangun prasarana yang dibutuhkan oleh wisatawan.
Tapi dengan adanya dampak positif
tadi, maka muncul beberapa permasalahan sehingga menimbulkan dampak yang tidak
terlalu diinginkan baik masyarakat, pengelola, maupun dari pihak masyarakat.
Contohnya ketika kita melihat permasalahan yang ada di kota pamekasan yakni api
alam (api abadi). Dimana
tempat wisata yang satu begitu menyimpan banya permasalahan. Coba kita lihat
api alam yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan yang menuju alun – alun
kota pamekasan, ini jalannya sangat rusak parah. Dan tidak layak untuk dilewati
kendaraan. Dengan jalan yang rusak ini maka wisatawan akhir akhir ini semakin
kurang. Selain masalah jalan pemerintah sama si pemilik lahan bersitegang,
karena pemerintah mau mengambil alih pengelolaan, dan sayangnya dari pihak
pemilik lahan tidak mau menjual atau tidak mau pemerintah yang mengelolanya.
Maka dengan bersitegangnya tadi akan menimbulkan suatu dampak yang negatif
terhadap objek pariwisatanya. Sepertinya tidak terawat lagi bangunan yang ada
di sekitar api alam. Dan yang sangat disayangkan masyarakat tidak mau tahu
dengan perkembangan api alam tadi. masyarakat dan hanya mengambil keuntungan
dari api alam tadi. Tutur H. Ali orang kepercayan H. Sa’ad sang pemilik lahan.
Artinya adanya dampak positif dan
negatif terhadap pariwisata maka tergantung pada masyarakat, pemerintah, dan
pemilik lahan. Semua ini akan memberikan suatu efek yang begitu signifikan
terhadap tepat objek wisata. Dan mudah– mudahan masyarakat dan pemerintah bisa mengantisipasi dengan adanya dampak negatif
serta bisa menjadikan budaya yang ada dimadura terkanal dikancah nasiaonal
bahkan internasional.
No comments:
Post a Comment