Saturday, July 14, 2018

-AKU DAN SAMPAH-

"aku dan sampah"


aku tidak terlalu pandai bicara tentang kasat kusut kehidupan. namun, akhir-akhir ini aku sering berhalusinasi tentang, masa depan, cinta, kemanusiaan, dan  kematian. meski sesekali membuatku pening dan tidak bisa tidur dengan nyaman. waktu yang begitu singkat satu persatu mulai kubuka.

aku tidak terlalu piawai dalam retorika, layu diantara bunga-bunga yang bermekaran, tergilas diantara laju kendaraan mengkilap. seandainya daun dan gugur dari ranting pohon. bukan para pemuka agama, bukan para ahli politik, apalagi para intelektual bajingan yang memunguti pertama kali melainkan seekor kecoak yang menciumiku dan memberiku nama sampah. aku bahagia meski perlahan aku mulai kering dan hilang ditelan waktu.

No comments:

Post a Comment

Menghadapi kenyataan tanpa masa depan

Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...