Tuesday, March 24, 2020

Sinta

Sinta,
Mukamu begitu lusuh malam ini
Wajahmu beku meraut pekat
Dan itu membuat kacau cara berfikirku.
Kita memang tidak sependirian akhir-akhir ini
Namun, bukan berarti aku tak peduli.
Sinta,
Jangan sesali nasib hari ini
Meski itu membuatmu pening.
Bukankah kau pernah berkata padaku:
"Hidup yang tak di perjuangkan, tak dapat di menangkan."
Meski realitas dan kekalahan
Sangat tipis bedanya
Bukan berarti kita harus menyerah.
Sinta,
Di akhir pekan
Aku ingin menghabiskan waktu denganmu
Berbicara tentang;
Filsafat, teologi, demokrasi bahkan covid-19.

Wfi

4 comments:

Menghadapi kenyataan tanpa masa depan

Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...