Sinta,
Mukamu begitu lusuh malam ini
Wajahmu beku meraut pekat
Dan itu membuat kacau cara berfikirku.
Kita memang tidak sependirian akhir-akhir ini
Namun, bukan berarti aku tak peduli.
Sinta,
Jangan sesali nasib hari ini
Meski itu membuatmu pening.
Bukankah kau pernah berkata padaku:
"Hidup yang tak di perjuangkan, tak dapat di menangkan."
Meski realitas dan kekalahan
Sangat tipis bedanya
Bukan berarti kita harus menyerah.
Sinta,
Di akhir pekan
Aku ingin menghabiskan waktu denganmu
Berbicara tentang;
Filsafat, teologi, demokrasi bahkan covid-19.
Wfi
Tuesday, March 24, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menghadapi kenyataan tanpa masa depan
Kemana kaki akan diayunkan, Sementara malam tak lagi menjadi tempat persinggahan. Kemana kaki akan diarahkan, Saat kenyataan bersembunyi pad...
-
tuhan, izinkan aku mengembara di atas sajadah panjangmu bercumbu dan mendekam dalam ayat-ayatmu berdiri tegak seperti alifmu. tuhan, bi...
-
kala malam tiba kalilawar langsat mencari makan burung burung kembali keperaduan akupun tertunduk kaku di antara persimpangan. lalu berb...
-
diantara jalan setapak padi-padi rusak burung-burung manangis terisak-isak sengketa tanah semakin merebak di antara jalan setapak p...
Shinta jih sapa kak ???
ReplyDeleteHahaha. Rahasia dong
DeleteRama apuisi ka sinta nah
ReplyDeleteHahahaha
ReplyDelete